
PROBOLINGGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo menggelar aksi penanaman pohon bertajuk “Hijaukan Bumi” di sejumlah titik wilayah Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo, Nyai Hajjah Siti Arifah, bersama jajaran pengurus dan kader Perempuan Bangsa.
Gerakan penghijauan tersebut dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda, yakni Kecamatan Wonomerto, Kecamatan Sukapura, serta Desa Lambangkuning, Kecamatan Lumbang. Kegiatan itu juga melibatkan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Perempuan Bangsa dari masing-masing wilayah.
Ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo, Nyai Hajjah Siti Arifah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi organisasi yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan alam.
“Kegiatan ini merupakan instruksi dari DPP dan DPW Perempuan Bangsa. Kami ingin ikut berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon,” ujar Nyai Hajjah Siti Arifah di sela kegiatan.
Sebanyak 40 bibit pohon ditanam dalam agenda tersebut. Bibit yang digunakan merupakan swadaya dari DPP Perempuan Bangsa dan terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif, seperti durian, alpukat, dan mangga.
Menurutnya, penanaman pohon tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap pohon-pohon ini nantinya dapat tumbuh dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” tambahnya.
Kegiatan “Hijaukan Bumi” itu berlangsung dengan semangat gotong royong dan mendapat sambutan positif dari para kader serta masyarakat sekitar. Selain sebagai bentuk kepedulian ekologis, agenda tersebut juga menjadi upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin meningkat.
Gerakan penanaman pohon itu sekaligus menjadi bentuk komitmen Perempuan Bangsa dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.