Tiga Pesan Ijtima Ulama PKB untuk Prabowo: Perkuat Kedaulatan, Pemerintahan Bersih, dan Persatuan Bangsa

Jakarta – Forum Ijtima Ulama yang digelar dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan tiga rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Rekomendasi tersebut memuat sejumlah pandangan ulama terkait arah pembangunan nasional, penguatan tata kelola pemerintahan, serta peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan bangsa.
Rekomendasi tersebut disampaikan dalam acara puncak Harlah PKB yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7). Dokumen hasil Ijtima Ulama kemudian diserahkan kepada Presiden Prabowo sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam forum tersebut, KH Muhyidin Al-Manafi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syifaa Simpang Sumedang membacakan hasil rekomendasi yang merupakan pandangan para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama terhadap berbagai dinamika nasional.

Dikutip dari Detik.com, KH Muhyidin Al-Manafi menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut disusun setelah mencermati perkembangan nasional, perubahan situasi global, serta arah pembangunan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Rekomendasi pertama menyoroti pentingnya penguatan kedaulatan bangsa melalui pembangunan ekonomi yang mandiri. Para ulama mendorong pemerintah untuk terus memperkuat sektor strategis seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, pembangunan nasional diharapkan tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya nasional yang memberikan manfaat bagi rakyat.

Rekomendasi kedua berkaitan dengan tata kelola pemerintahan. Ijtima Ulama menekankan pentingnya pemerintahan yang berjalan sesuai konstitusi, menjunjung supremasi hukum, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Para ulama juga mendorong penguatan sistem merit dalam birokrasi, upaya pemberantasan korupsi, serta keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.

Sementara rekomendasi ketiga menyoroti penguatan peran Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari elemen strategis bangsa. NU dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan sosial, serta memberikan kontribusi melalui dukungan maupun kritik yang konstruktif terhadap pemerintah.

Usai menerima rekomendasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan oleh para ulama.

Dilansir dari Detik.com, Prabowo menyebut rekomendasi tersebut bukan hanya bentuk dukungan, tetapi juga menjadi amanah yang harus diperhatikan pemerintah.

Melalui hasil Ijtima Ulama tersebut, PKB berharap hubungan antara ulama dan pemerintah terus terjalin dalam rangka mengawal pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Previous Post Next Post

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال