KRAKSAAN-Wakil Bupati Probolinggo yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi Abdul Hal Zaini, menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan harus berpijak pada nilai ketangguhan, kualitas, dan tanggung jawab jangka panjang. Hal tersebut disampaikan RA Fahmi dalam acara tasyakuran Hari Jadi Kota Kraksaan di Pendopo Kecamatan Kraksaan.
Dalam sambutannya, RA Fahmi mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk melakukan refleksi kritis terhadap arah pembangunan masa kini. Ia membandingkan pembangunan zaman dahulu yang dilakukan dengan segala keterbatasan, namun justru menghasilkan karya yang bertahan lama, dengan pembangunan era modern yang sering kali ditopang fasilitas lengkap tetapi belum tentu berkualitas dan berkelanjutan.

“Para pendahulu kita membangun tanpa konsultan, tanpa teknologi modern, dan tanpa sistem administrasi yang kompleks. Namun hasilnya justru banyak yang bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Ini harus menjadi bahan renungan bersama,” tegasnya.
Sebagai Wakil Bupati, RA Fahmi menekankan bahwa pembangunan tidak boleh semata-mata berorientasi pada proyek fisik dan target seremonial. Menurutnya, pembangunan sejati harus menyentuh substansi: kualitas hasil, kebermanfaatan bagi masyarakat, serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, RA Fahmi menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip perjuangan Partai Kebangkitan Bangsa, yang menempatkan kemaslahatan umat, keadilan sosial, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“PKB memandang pembangunan bukan sekadar soal bangunan, tetapi soal nilai, integritas, dan keberpihakan pada rakyat. Karena itu, pembangunan harus dikelola dengan amanah dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
RA Fahmi juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci utama kemajuan daerah. Ia mengingatkan bahwa Kraksaan sejak masa lalu telah dibangun tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai sosial, pendidikan, dan karakter masyarakatnya.
Momentum Hari Jadi Kota Kraksaan, lanjut RA Fahmi, tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Ia mengajak seluruh jajaran birokrasi, kader PKB, serta masyarakat luas untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak memperkuat komitmen membangun Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo yang lebih layak, lebih maju, dan lebih sejahtera.
“Dengan fasilitas dan kewenangan yang kita miliki hari ini, pertanyaannya bukan lagi apa yang bisa kita bangun, tetapi bagaimana kita membangun dengan benar dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sebagai partai politik yang lahir dari rahim masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan, Partai Kebangkitan Bangsa berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan Kabupaten Probolinggo agar tetap berpihak pada rakyat, berakar pada sejarah, dan berorientasi pada masa depan.