Muad (PKB) Soroti Meluasnya Kelangkaan Gas Melon hingga Banyuanyar, Dorong Pengawasan Distribusi Diperketat

PROBOLINGGO - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Probolinggo terus meluas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Setelah terjadi di sejumlah kecamatan, kini kondisi serupa juga dirasakan warga di beberapa desa di Kecamatan Banyuanyar.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon meski telah berkeliling ke berbagai pengecer. Bahkan, jika pun tersedia, harga yang ditawarkan sudah jauh di atas harga normal.

Fenomena ini menambah daftar panjang wilayah terdampak, setelah sebelumnya kelangkaan dilaporkan terjadi di Kecamatan Krucil, Desa Sumberduren, Desa Roto, Desa Betek, hingga Desa Guyangan. Kini, masyarakat di wilayah Banyuanyar turut merasakan tekanan yang sama akibat terbatasnya pasokan di tingkat bawah.

Menanggapi kondisi tersebut, Muad, Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo, menilai bahwa kelangkaan gas melon bukan semata persoalan distribusi teknis, tetapi juga menyangkut ketidaktepatan sasaran penggunaan subsidi.

Menurutnya, gas elpiji 3 kilogram sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Namun dalam praktiknya, masih banyak masyarakat dari kalangan mampu yang ikut menggunakan gas subsidi tersebut, sehingga mempersempit akses bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

“Ini persoalan klasik yang terus berulang. Gas subsidi seharusnya digunakan oleh masyarakat yang berhak, bukan oleh semua kalangan. Ketika tidak tepat sasaran, maka yang terjadi adalah kelangkaan di tingkat masyarakat kecil,” ujar Muad saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Lebih lanjut, Muad menegaskan bahwa menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap gas melon meningkat signifikan. Kondisi ini, jika tidak diantisipasi dengan pengawasan yang ketat, berpotensi memicu praktik penimbunan maupun panic buying.

Ia mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari memastikan distribusi berjalan lancar, melakukan pengawasan di lapangan, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Pemerintah harus hadir memastikan distribusi berjalan adil dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat kecil yang paling terdampak justru semakin kesulitan menjelang Lebaran,” tegasnya.

Muad juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, distributor, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan gas subsidi. Menurutnya, peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Hingga saat ini, kelangkaan gas melon di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo masih menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Fraksi PKB, melalui Muad, memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ditemukan solusi yang berpihak kepada rakyat.Media Center DPC PKB Kab. Probolinggo


Previous Post Next Post

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال