KRAKSAAN, 28 Maret 2026 - Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo sekaligus Wakil Bupati Probolinggo, Ra Fahmi AHZ, menegaskan komitmen partainya untuk tetap menjadi representasi aspirasi ulama dan masyarakat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB yang digelar di Pondok Pesantren Badridduja, Sabtu (28/3/2026).
Dalam sambutannya, Ra Fahmi menekankan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki akar historis dan ideologis yang kuat, yakni lahir dari rahim para ulama dan masyayikh. Oleh karena itu, menurutnya, seluruh kader PKB memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga amanah tersebut dengan menjadi penyambung aspirasi umat secara autentik dan berintegritas.
“PKB tidak boleh kehilangan jati dirinya. Kita lahir dari gagasan besar para ulama. Maka, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus menjadi penyambung lidah para alim ulama, memperjuangkan kepentingan umat, dan memastikan bahwa kebijakan politik yang kita ambil berpihak kepada masyarakat luas,” ujar Ra Fahmi dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan politik PKB tidak boleh terjebak pada kepentingan individual maupun kelompok sempit, melainkan harus berorientasi pada kemaslahatan publik secara luas. Dalam konteks ini, ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat komitmen ideologis serta menjaga nilai-nilai keumatan dalam setiap langkah politik.
Terkait pelaksanaan Muscab, Ra Fahmi menilai momentum ini sebagai titik strategis untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperbaiki kualitas kepemimpinan partai di tingkat daerah. Ia mendorong seluruh peserta Muscab untuk aktif menyampaikan aspirasi, gagasan, dan evaluasi secara terbuka sebagai bagian dari proses demokratis internal partai.
“Muscab ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang musyawarah yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Saya mengajak seluruh peserta untuk menyuarakan pandangan dan aspirasi secara terbuka. Tidak boleh ada pembatasan, termasuk dalam hal munculnya figur-figur calon pemimpin ke depan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme penentuan kepengurusan DPC PKB tetap berada dalam kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun demikian, ia memastikan bahwa seluruh masukan dari kader di daerah akan menjadi pertimbangan penting dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
“Memang secara struktural keputusan akhir berada di DPP. Namun, aspirasi dari seluruh kader di daerah tetap menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena panjenengan semua yang paling memahami dinamika dan kebutuhan organisasi di tingkat lokal,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Ra Fahmi berharap Muscab PKB Kabupaten Probolinggo dapat melahirkan kepemimpinan baru yang lebih adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan politik serta sosial di masa depan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal partai sebagai kunci utama dalam memperkuat posisi PKB di tengah dinamika politik nasional.
“Ke depan, kita membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga visioner dan mampu merespons perubahan zaman. Soliditas kader menjadi kunci agar PKB tetap relevan dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.