
PROBOLINGGO - Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rendra Hadi Kusuma, menggelar kegiatan Reses Tahap II Tahun 2026 pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di enam titik berbeda sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya.
Selain sebagai anggota legislatif, Rendra Hadi Kusuma juga menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Kabupaten Probolinggo serta anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo yang membidangi sektor ekonomi, pertanian, dan pembangunan daerah. Melalui kegiatan reses tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat serta memastikan berbagai aspirasi warga dapat diperjuangkan dalam forum kebijakan daerah.

Dalam agenda reses tersebut, Rendra mengunjungi enam lokasi yang menjadi titik pertemuan dengan masyarakat. Lokasi tersebut meliputi kediaman aktivis muda Adi S. di Desa Banjarsari, kediaman tokoh masyarakat Asyari di Banjarsari, kediaman tokoh agama Ustaz Suradi di Desa Lemahkembar, Balai Desa Muneng Kidul, kediaman Muklas yang dikenal sebagai pegiat sosial di sektor pertanian di Muneng, serta kediaman Cak Wandi di wilayah Jangur.

Kegiatan reses tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, para guru, pedagang, petani, pengurus Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya, karang taruna, hingga perangkat desa. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadikan forum reses sebagai ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituennya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan desa, penguatan sektor pertanian, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan di tingkat masyarakat. Aspirasi yang dihimpun dalam reses ini selanjutnya akan dirumuskan sebagai bahan pokok pikiran DPRD yang dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Rendra Hadi Kusuma menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana penting untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara langsung antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan kebijakan pembangunan yang responsif dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan bahwa aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan, menjadi perhatian utama dalam kerja-kerja legislasi dan pengawasan di DPRD. Hal tersebut sejalan dengan ruang lingkup kerja Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat.
“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi momentum penting bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD,” ujar Rendra.
Melalui pelaksanaan reses tahap II ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara optimal dalam program pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Probolinggo.