PROBOLINGGO – Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Krucil menggelar Musyawarah Khusus (Mussus) Dewan Pengurus Ranting (DPRt) se-Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/8/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi sekaligus pembaruan struktur kepengurusan PKB di tingkat desa.
Musyawarah khusus tersebut dipimpin anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Mochammad Alfatih, yang akrab disapa Gus Fatih, dengan Muhammad Badrul Kamal, Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, bertugas sebagai Sekretaris Sidang.
Kegiatan dihadiri Ketua DPAC PKB Kecamatan Krucil, unsur struktur DPC PKB Kabupaten Probolinggo, serta jajaran pengurus ranting PKB dari desa-desa se-Kecamatan Krucil.
Mussus digelar menyusul kebutuhan pembaruan organisasi di tingkat ranting. Selain terdapat susunan kepengurusan baru, sejumlah surat keputusan (SK) kepengurusan DPRt juga telah berakhir masa berlakunya sehingga diperlukan penataan kembali untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Dalam persidangan, Gus Fatih membacakan SK kepengurusan sekaligus memberikan arahan kepada para pengurus ranting. Ia menegaskan bahwa pembaruan struktur tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan administratif ataupun pergantian kepengurusan.
Menurut Gus Fatih, keberadaan struktur partai sampai tingkat desa harus mempunyai dampak nyata bagi masyarakat. Pengurus ranting merupakan elemen organisasi yang bersentuhan langsung dengan warga sehingga memiliki peran penting dalam menyerap dan menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di tingkat akar rumput.
“Semangat baru ini bukan hanya untuk meraih suara, tetapi bagaimana keberadaan PKB benar-benar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di akar rumput,” ujar Gus Fatih dalam arahannya.
Ia menegaskan, politik tidak semestinya hanya dimaknai sebagai aktivitas untuk memperoleh dukungan dalam momentum pemilihan. Partai politik, menurutnya, juga memiliki tanggung jawab untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara berkelanjutan.
“PKB bukan hanya partai yang berkepentingan terhadap suara. Bagaimana kita mendengar aspirasi masyarakat di akar rumput, memahami persoalannya, lalu berupaya memperjuangkannya, itu juga menjadi bagian penting dari kerja politik kita,” katanya.
Gus Fatih juga mengingatkan bahwa SK kepengurusan yang diterima harus dipahami sebagai mandat dan tanggung jawab. Karena itu, para pengurus DPRt didorong tidak hanya aktif dalam agenda internal partai, tetapi turut membangun komunikasi dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, struktur ranting seharusnya menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, baik terkait persoalan sosial, ekonomi, pertanian, pendidikan, infrastruktur maupun berbagai kebutuhan pelayanan publik lainnya.
Dengan posisi yang paling dekat dengan masyarakat, pengurus di tingkat desa dinilai dapat memainkan peran strategis dalam menjembatani kebutuhan warga dengan struktur partai maupun para wakil rakyat di lembaga legislatif.
Sementara itu, keterlibatan Muhammad Badrul Kamal sebagai Sekretaris Sidang juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara struktur partai dengan Garda Bangsa sebagai badan otonom yang mewadahi kalangan muda PKB.
Konsolidasi tersebut diharapkan dapat membangun struktur ranting yang lebih aktif, solid dan responsif terhadap persoalan masyarakat. Penguatan organisasi tidak hanya diarahkan untuk menjaga kesiapan politik partai, tetapi juga memperkuat fungsi representasi serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Mussus DPRt PKB se-Kecamatan Krucil, pembaruan kepengurusan diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kerja organisasi dari tingkat paling bawah. Dengan demikian, struktur partai tidak hanya hadir ketika memasuki tahun politik, tetapi mampu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.