Muchlis - Taufiq Pimpin Mussus PKB Bantaran, Ra Fahmi Dorong DPAC - DPRt Jadi Penyambung Aspirasi Rakyat

PROBOLINGGO – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo melanjutkan rangkaian Musyawarah Khusus (Mussus) Zona 3 yang dipusatkan di SMK NU Bantaran, Kecamatan Bantaran, Minggu (9/8/2026).

Untuk DPAC PKB Kecamatan Bantaran, jalannya musyawarah dipimpin Muchlis sebagai pimpinan sidang dan Taufiq Hidayatullah sebagai sekretaris sidang. Forum tersebut menjadi bagian dari penataan dan penyegaran kepengurusan DPAC dan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) untuk masa bakti 2026 - 2031.

Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini atau Ra Fahmi AHZ, yang juga menjabat Wakil Bupati Probolinggo, menegaskan bahwa pembaruan struktur tidak boleh berhenti pada penyelesaian administrasi organisasi.

Menurut Ra Fahmi, keberadaan struktur di tingkat kecamatan dan desa harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“DPAC dan DPRt tidak boleh hanya menjadi corong atau mesin partai ketika pemilu datang. Pengurus harus hadir sepanjang waktu, menjadi telinga yang mendengar persoalan masyarakat dan menjadi penyambung lidah yang membawa aspirasi rakyat melalui jalur yang tepat,” kata Ra Fahmi.

Ia menegaskan, legitimasi kepengurusan justru merupakan awal dari tanggung jawab organisasi.

“SK bukan garis akhir. Setelah struktur terbentuk, yang dinilai adalah kerja. Masyarakat harus mengetahui bahwa ketika mempunyai persoalan, ada pengurus yang mendengar, membantu menyampaikan dan ikut mengawal aspirasinya,” ujarnya.

Mussus Bantaran juga menjadi bagian dari proses penetapan kepemimpinan definitif serta penyusunan komposisi kepengurusan DPAC untuk periode 2026 - 2031. Proses tersebut sekaligus diarahkan untuk memastikan kesinambungan organisasi hingga tingkat ranting.

Muchlis mengatakan, keberadaan struktur paling bawah harus mampu mendekatkan partai dengan persoalan sehari-hari masyarakat.

“Kalau masyarakat mempunyai persoalan pertanian, pendidikan, kesehatan, infrastruktur atau pelayanan publik, pengurus ranting harus mengetahui. Jangan menunggu pemilu baru turun menemui masyarakat,” ujarnya.

Sementara Taufiq Hidayatullah menilai hubungan antara partai dan masyarakat harus dibangun secara dua arah.

“Pengurus tidak hanya bertugas menyampaikan pesan partai kepada masyarakat. DPRt dan DPAC juga harus membawa suara masyarakat kepada partai. Dari situlah fungsi penyambung aspirasi benar-benar berjalan,” katanya.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo M. Mahrus Sholeh mengatakan, pelaksanaan di Bantaran merupakan rangkaian hari ketiga Mussus. Sebanyak delapan DPAC mengikuti agenda Zona 3, yakni Bantaran, Kuripan, Lumbang, Sukapura, Sumber, Sumberasih, Tongas dan Wonomerto.

“Penyegaran dilakukan karena terdapat kepengurusan DPAC maupun DPRt yang masa berlaku SK-nya telah berakhir. Karena itu, penataan harus dilakukan sampai ke ranting agar organisasi kembali berjalan secara utuh,” kata Mahrus.

Previous Post Next Post

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال