PROBOLINGGO, DPCPKBProbolinggo.id - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini atau Ra Fahmi, menugaskan dua anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo untuk mendatangi keluarga korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).
Kedua legislator tersebut adalah Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, dan anggota Fraksi PKB, Armo Eko Purwanto. Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia ketika terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dalam agenda tersebut, Muchlis terlebih dahulu mendatangi rumah duka Hendra Rony Wagiyanata di Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Hendra merupakan salah satu petugas TNBTS yang meninggal dunia setelah mengalami luka bakar dalam insiden pemadaman kebakaran yang terjadi pada Kamis (15/10/2026).
Kehadiran Muchlis di rumah duka sekaligus mewakili Ra Fahmi, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Probolinggo, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Setelah dari Sukapura, Muchlis melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lumbang. Di wilayah tersebut, ia bersama Armo Eko Purwanto mengunjungi rumah duka Wisnu Yuda Pratama, salah satu korban meninggal dunia yang merupakan karyawan hotel di kawasan Bromo.
Wisnu diketahui turut terlibat dalam upaya pemadaman api bersama petugas dan relawan lainnya sebelum insiden yang merenggut empat nyawa itu terjadi.
Dalam kunjungan di Lumbang, keluarga almarhum disebut telah berusaha menerima dan mengikhlaskan musibah yang menimpa anggota keluarganya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penyampaian dukungan moral kepada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan akibat tragedi kebakaran Bromo
Tragedi Kebakaran Bromo Renggut Empat Nyawa
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo menewaskan empat orang yang terlibat dalam operasi pemadaman, sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar serius.
Keempat korban meninggal dunia tersebut adalah Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, insiden terjadi ketika petugas dan relawan berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura.
Kondisi angin kencang menyebabkan api membesar dan menyulitkan proses pemadaman. Enam orang kemudian terjebak di tengah kobaran api dan asap sebelum tim gabungan melakukan evakuasi.
Tiga korban meninggal dunia ditemukan dalam proses evakuasi, sedangkan seorang korban lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, dua korban yang mengalami luka bakar serius dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Penyebab kebakaran masih menjadi perhatian aparat penegak hukum. Kepolisian melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan petugas dan relawan terjebak saat menjalankan tugas.
Tragedi tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem keselamatan, kesiapan peralatan, komunikasi, dan prosedur evakuasi bagi petugas maupun relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, kunjungan perwakilan DPC PKB Kabupaten Probolinggo ke Sukapura dan Lumbang menjadi salah satu bentuk perhatian yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.